Jakarta Bandung 7 – 8 Agustus 2010
Perjalanan backpacker pemula ini diawali ke kota Bandung nan sejuk. Awalnya kami ingin beli
baju Lebaran yang beda dan murah. Setelah survey ke kawasan mall-mall di Jakarta..hmm itu-itu saja modelnya, Bandung agaknya jadi tujuan yang patut dicoba. Selain belanja, kan biasa jalan-jalan (memulai jadi backpacker beneran deh) (yang b oongan gimana ya? J Saya ajaklah dua sodara saya, yang kebeneran tidak ada acara weekend Sabtu-Minggu itu. Beberapa hari sebelum berangkat, saya survey ke artikel
dan blog tentang backpacker Bandung. Saya juga mengunjungi halaman Facebook-nya Backpacker Murah dan ng-wall kalau saya pengen ke Bandung, i
Perjalanan dengan bis ekonomi dari Terminal Rambutan pada pukul 9.30 bis keluar dari terminal.Perjalanan dimulai..
Kami memutuskan memakai ekonomi melalui Cianjur (yang sedikit kami sesali nantinya karena
kami tidak mendengar saran kondektur bis patas dan teman dari Cianjur). Karena perjalanan yang normalnya bis patas adalah 3-4 jam moloor sangat menjadin 6 jam.Sehingga kami tiba di Terminal Leuwipanang sekitar pukul 16. 30. Ketika masuk Kabupaten Bandung, kami mengubah rencana perjalanan hari itu dari ke Gedebage menjadi ke Pasar Baru atas pertimbangan Pasar Baru lebih banyak baju-baju yang kami cari dan adik saya pernah kesana.Sesampainya diterminal, kami langsung menumpang bis Damri jurusan Pasar Baru. Sewaktu turun d terminal, bis Damri yang dimaksud di “buku panduan” banyak rutenya (danmungkin lebih banyak dari yang diinfokan). Bingung juga, mana nama daerahnya yang hanya sedikit kami tahu. Eh, ada kami ditunjukkan untuk naik bis Damri jurusan Pasar Baru.
Kami turun di deretan pertokoan di Jalan Braga, karena kami tidak mendengar kondektur ngomong Pasar Baru..mulailah bingung kemana pasar itu? Kami lapar, sehingga singgah di

warung makan emperan di dekat masjid klenteng. Ma’c namanya..walo sederhana; emperan jalan, pake meja kursi & dipayungi, tapi banyak penikmat yg datang.. makanannya relative murah, Rp 5000 dapat nasi sayur 1 macam & tempe ato gorengan 1. Eh, adzan Maghrib berkumandang, kami sholat dmasjid yg berbentuk kelenteng..serba merah.. keren deuh..
Kami mulai menyusuri jalan Asia Afrika. Tidak seperti bayanganku ternyata Jl. Asia Afrika gelap
dan sepi. Memang banyak gedung-gedung tua bersejarah, toko-toko yang terkenal di jaman dulunya. Udara malam itu dingin tapi kami masih semangat mencari mana itu toko. Sampailah kita di deretan toko daerah Pasar Baru yang mulai tutup begitu juga mall Pasar Baru yang dimaksud Dhea. Kawasan pusat wisata namun kok tutup awal, jam menunjukkan 18.20. Aduh kemana nih kita? Eh, di Jl. Kaum Dalem kita nemu toko yang penuh pengunjung, patokanku kalo penuh pertanda harga murah dan barang bagus J..Kita langsung masuk ke Victoria Busana. Voila! Time to hunting. Sejam itu kami dapat baju Lebaran dan oleh-oleh buat sodara2. Kemudian kami mulai mencari angkot yang akan mengantar kita menginap di kos teman Dhea, Namun guess what? Angkotan ke arah Setiabudi sudah habis..haduuuh.
Akhirnya kita putuskan ke Masjid Raya Bandung..besoknya jalan pagi susuri jalan-jalan sekitar Bandung. Aku amati menurutku Bandung kurang efisien dalam menetapkan nama jalan dan banyaknya angkot.
- Gini ya, di sekitar Alun-Alun Bandung satu blok beda nama jalan. Seperti di simpang Utara, disamping masjid ada Jalan Dalem Kaum di sebelahnya Jalan Dewi Sartika. Di ruas lainya ada Jl. Alun-Alun Timur. Ini karena saking banyaknya ruas jalan di sekitar Alun-Alun.
- Angkutan umum di Bandung terutama yang melintas di tempat-tempat tujuan wisata bejibun. Sewaktu saya prepare dan cari info angkutan umum di website, sebelum nyampe Bandung, saya dapat macam-macam jurusan angkot tapi disitu ditulisnya bukan nomor angkot tapi warna cat di tiap angkot, ada hijau garis putih-oranye, hijau garis putih.
Qt gak nyiapin plan B nginap dmana? So, mulai deh qt sibuk ma HP masing-masing hubungi teman2 dBandung, sementara dHea hubungi temannya yg tadi rencananya qt mau nginap disana. Tadinya mo naek angkot Dago yang 24 jam trus pakai ojek, tp dhea takut kalo diputer-puter jalannya. Sementara Anin menghubungi teman kuliahnya, tp dia sedang tidak d Bandung. Malam itu kami istirahat di Masjid Raya Bandung. Akhirnya kami meminta ijin ke petugas masjid untk menginap sehari. Kami diperbolehkan dengan meninggalkan KTP. Pukul 22 saya teringat ada sepupu di Bandung, segera saya hubungi dia, tp orangnya sedang di Pandeglang..huff ingatnya kok belakangan.
..bersambung
koleksi foto: milik pribadi



0 comments:
Poskan Komentar